Tag: protein

Alasan Untuk Mengkonsumsi Kelor/Moringa

IMG_4469Kelor/Moringa adalah tumbuhan yang sering kali dipuji karena manfaatnya selama ribuan tahun. Tanaman ini kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif. Sejauh ini, peneliti baru meneliti sebagian kecil dari sekian banyak manfaat yang dikandungnya.

Berikut adalah 6 keuntungan Kelor/Moringa bagi kesehatan yang didukung dengan data ilmiah.

1. Kelor/Moringa sangat bernutrisi

Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama di penjuru dunia. Hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dikonsumsi atau dijadikan sebagai bahan untuk pengobatan tradisional. Daun dan kuncupnya umum dijadikan bahan makanan di berbagai tempat di India dan Afrika.

Daun Kelor adalah sumber yang luar biasa bagi berbagai vitamin dan mineral. Satu cangkir daun segar yang dihaluskan (21 gram) mengandung bahan-bahan sebagai berikut :

  • Protein: 2 grams.
  • Vitamin B6: 19% of the RDA.
  • Vitamin C: 12% of the RDA.
  • Za Besi: 11% of the RDA.
  • Riboflavin (B2): 11% of the RDA.
  • Vitamin A (from beta-carotene): 9% of the RDA.
  • Magnesium: 8% of the RDA.

Di negara-negara barat, daun kelor kering dijual sebagai suplemen makanan harian, baik dalam bentuk bubuk maupun kapsul. Dibandingkan dengan daunnya, bagian kuncup umumnya mengandung kadar vitamin dan mineral yang lebih rendah. Namun demikian, kuncup tersebut mengandung kadar vitamin C yang luar biasa. Satu cangkir kuncup segar yang dipotong-potong (100 gram) mengandung 157% dari kebutuhan harian vitamin C Anda.

Makanan bagi masyarakat di negara-negara berkembang terkadang kurang dalam kandungan vitamin, mineral, dan proten. Di negara-negara ini, Kelor dapat menjadi sumber penting bagi asupan nitrisi penting.

2. Kelor/Moringa kaya akan antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk melawan radikal bebas didalam tubuh kita. Kandungan radikal bebas yang tinggi di dalam tubuh akan dapat menyebabkan penyakit yang kronis seperti sakit jantung dan diabetes. Beberapa antioksidan dapat ditemukan pada daun Kelor.

Selain vitamin C dan beta karoten, terdapat juga :

  • Quercetin: Antioksidan ini membantu dalam menurunkan tekanan darah
  • Chlorogenic acid: Senyawa ini berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah

Dalam sebuah penelitian terhadap wanita yang mengkonsumsi 7 gram (1,5 sendok teh) bubuk kelor setiap hari selama 3 bulan berturut-turut, menunjukan peningkatan yang signifikan akan antioksidan yang terkandung di dalam darahnya.

Selain itu daun kelor juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan. Kelor meningkatkan waktu penyimpanan dari daging dengan cara mengurangi terjadinya proses oksidasi.

3. Kelor/Moringa dapat menurunkan kadar gula dalam darah

Kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menjadi permasalahan serius bagi kesehatan. Bahkan hal ini yang menjadi karakter utama dari penyakit Diabetes.

Dengan seiringnya waktu, kadar gula yang tinggi dalam darah meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung. Oleh karena itulah sangat penting bagi Anda untuk mengontrol kadar gula dalam batas normal.

Menariknya, beberapa studi telah menunjukan bahwa daun kelor dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Dalam sebuah studi, 30 orang wanita  mengkonsumsi 7 gram bubuk daun kelor selama 30 hari berturut-turut. Hasil tes menyatakan bahwa kadar gula dalam darah berhasil diturunkan sebanyak 13.5%. Hasil penelitian lain terhadap 6 orang penderita diabetes menyatakan bahwa dengan menambahkan bubuk daun kelor kedalam makanan dapat mengurangi naiknya kadar gula dalam darah sebesar 21%.

Efek ini didapatkan dari senyawa tumbuhan yang terdapat di daun kelor, seperti isothiocyanates

4. Kelor/Moringa dapat mencegah peradangan

Peradangan adalah respon normal tubuh terhadap serangan infeksi ataupun luka. Hal ini sangat penting sebagai mekanisme perlindungan tubuh, namun dapat pula menjadi permasalahan kesehatan yang serius jika berlanjut untuk waktu yang lama.

Radang yang berkelanjutan dipercaya dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker. Berbagai buah-buahan, sayuran, herbal dan rempah-rempah dikenal memiliki efek sebagai anti peradangan. Termasuk diantaranya Turmeric dan Pomegranates.

Daun kelor, kuncup, dan benih menunjukan indikasi akan kandungan anti peradangan juga, dimana hal ini disebabkan oleh kandungan isothio cyanates nya.

5. Kelor/Moringa dapat menurunkan kadar kolesterol

Kandungan yang tinggi akan kolesterol dalam darah sering kali dikaitkan dengan meningkatnya resiko dari penyakit jantung. Berbagai tumbuhan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara efektif. Daun kelor beserta biji rami, gandum, dan almond adalah beberapa diantaranya.

6. Kelor/Moringa dapat melindungi Anda dari keracunan arsenik

Kontaminasi arsenik dalam makanan dan air menjadi masalah dibeberapa bagian bumi. Meski kadar arsenik dalam makanan dan minuman tidak menyebabkan gejala keracunan secara langsung, namun paparan untuk waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan kesehatan seiring dengan berjalannya waktu.

Studi observasi menunjukan bahwa paparan untuk waktu yang lama terhadap arsenik dapa meningkatkan resiko terjadinya kanker dan penyakit jantung. Percobaan kepada tikus menunjukan bahwa daun dan biji dari kelor dapat melindunginya dari efek keracunan arsenik.

sumber : https://moringakelor.wixsite.com/1sof/single-post/2016/08/28/12-Benefits-of-Growing-Organic

Advertisements