Tag: krisis

Kelor/Moringa Membantu Mengatasi Masalah Krisis Pangan di Niger

Severe Food Crisis In Niger Affect MillionsBerikut adalah potongan-potongan dari laporan koresponden Ginny Stein langsung dari Niger, Afrika. Untuk rekaman liputannya Anda dapat dengarkan di sini

 

Ashley Hall : Di Niger, sebuah negara di Afrika barat, sebuah tanaman yang dikenal sebagai “tanaman ajaib/muzizat” telah membantu rakyatnya melalui sebuah krisis pangan yang parah.

Hal itu disebabkan karena hampir setiap bagian dari tanaman tersebut dapat di konsumsi manusia dan hewan. Terutama bagian daun yang kaya akan protein, asam amino, vitamin dan berbagai mineral.

Berikut adalah laporan dari Niger oleh Ginny Stein

Ginny Stein : Mungkin tanaman yang pertumbuhannya paling cepat, Moringa sangat berpotensi sebagai tanaman penyelamat yang paling berharga di dunia.

Adamou Hamidou adalah kepala proyek dari organisasi kemanusiaan World Vision

Adamou Hamidou : Jika kami memiliki tanaman moringa/kelor, kami dapat terus memiliki makanan untuk sepanjang tahun, non-stop.

Ginny Stein : Di berbagai tempat di Sahel, kelor telah ditanam. Ditengah-tengah krisis pangan ini, julukannya sebagai “tanaman muzizat” benar-benar menjadi kenyataan.

Adamou Hamidou : Yang terpenting dari tanaman ini adalah kami dapat terus melakukan panen setiap 2 minggu. Saya rasa hal inilah hal yang paling penting dari tanaman ini.

Ginny Stein : Lebih dari 18 juta orang  diseluruh Sahel terkena dampak dari krisis ini, meski bukan yang pertama kali namun juga bukan sebagai yang terakhir. Berbagai organisasi kemanusiaan bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari jalan untuk mencegah hal tersebut di masa depan.

Makanan alternatif hanyalah salah satu cara. Pemerintahan terpilih di Niger menyadari akan hal ini dan sadar bahwa mereka harus mengambil tindakan.

Di daerah rentan kekeringan di Niger ini pada awalnya kelor kurang mendapat sambutan namun kemudian diterima oleh masyarakat.

Ramata Hama adalah salah satu yang pertama di desa nya yang menanam kelor.

Ramata Hama : Pertama kali mereka membawakan kami tanaman baru ini, kami tidak tahu betapa pentingnya tanaman ini karena kami belum pernah sekalipun menanamnya disini.

Ginny Stein : Di Diagourou, hujan mulai turun namun tidak ada jaminan bahwa hujan akan terus turun atau bahkan apakah tahun ini tanaman pangan akan dapat tumbuh.

Adamou Hamidou : Tahun lalu ketika Anda pertama kali datang kemari, tempat ini sangat kering. Namun sekarang Anda dapat lihat betapa hijaunya tempat ini dan Anda bahkan bisa melihat air mengalir.

Ginny Stein : Namun terkadang kenyataan tidak seperti yang terlihat, saat ini justru saat yang tersulit ketika persediaan habis dan tanaman baru saja ditanam.

Adamou Hamidou : Saat ini memang benar-benar saat tersulit ketika tidak ada makanan di saat normal sekalipun. Karena pada akhirnya sebagian makanan mereka juga digunakan sebagai bahan untuk bibit.

Ginny Stein : Dan disitulah tanaman kelor menjadi harapan. Ramata Hama menyebut tanaman inilah yang membuat keluarga nya dapat tetap hidup.

Ramata Hama : Tanpa adanya tanaman ini kami akan menderita. Namun sekarang setelah kami memilikinya, hidup kami menjadi baik-baik saja karena sekarang kami dapat memasaknya untuk makanan anak-anak. Tanpa itu, kami hanya akan dapat duduk dan berharap. Sekarang dengan daun dari tanaman kelor kami tidak pernah kelaparan.

Ginny Stein : Di penjuru Niger banyak keluarga  yang terpaksa harus meninggalkan desa nya untuk mencari makanan. Namun di Diagorou, tanaman muzizat ini tetap membuat keluarga-keluarga hidup dan bersama.

sumber : http://www.abc.net.au/worldtoday/content/2012/s3544278.htm

Advertisements