Kelor sebagai solusi atasi diabetes dan kanker

Kelor/Moringa atau yang sering diberi julukan sebagai panacea ( obat yang mampu menyembuhkan penyakit apa saja ) karena kemampuannya yang telah dikenal selama ribuan tahun di India dan Afrika dan digunakan dalam ilmu pengobatan tradisional. Berikut adalah sedikit pembahasan mengenai efek dari kelor terhadap penyakit seperti diabetes dan kanker :

 

Kelor Sebagai Anti Diabetes

dest-prediabetes
Kadar gula yang tinggi selain berbahaya bagi tubuh kita dapat juga berbahaya bagi bayi yang sedang dalam kandungan

Kelor/Moringa telah lama dikenal mampu menyembuhkan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 adalah kondisi diabetes dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri. Ilmuwan masih belum mengetahui mengapa sistem kekebalan tubuh salah dalam mengenali sel yang memproduksi insulin sebagai objek asing dan malah menyerangnya. Serangan ini dikenal sebagai penyakit autoimmune. Diabetes tipe 1 ini dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering menyerang anak-anak dan remaja.

Sedangkan diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi dimana organ tubuh yang menghasilkan insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya atau juga suatu kondisi dimana insulin yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Kondisi ini disebabkan oleh disfungsi sel Beta, yang gagal dalam mendeteksi kadar glukosa. Dikarenakan kegagalan ini menyebabkan tubuh salah dalam merespon sehingga malah terjadi penumpukan kadar glukosa yang tinggi di dalam darah.

Beberapa studi menunjukan bahwa kelor dapat bertindak sebagai agen anti diabetes. Hasil studi yang dilakukan kepada tikus telah menunjukan ekstrak kelor/moringa dapat menyembuhkan diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Selain itu kelor juga mampu mengatasi komplikasi yang terjadi akibat dari diabetes, seperti halnya retinopathy (kebutaan pada penderita diabetes), Nephropathy (kerusakan ginjal pada penderita diabetes), atherosclerosis (penyempitan arteri), dll.

Kelor Sebagai Anti Kanker

Woman with breast cancer awareness ribbon
Kanker payudara adalah salah satu momok bagi kaum wanita

Kanker adalah penyakit yang umum diderita dan termasuk pada tujuh penyebab kematian akibat kurang baiknya penanganan medis. Sekitar 2,4 juta kasus terjadi di India tanpa ada penyebab khusus mengapa orang dapat mengidap kanker. Beberapa faktor seperti merokok, kurang olahraga, dan paparan radiasi dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Pengobatan kanker seperti operasi bedah, kemoterapi, dan radiasi memerlukan biaya yang luar biasa tinggi. Kelor dapat dijadikan sebagai alternatif anti kanker karena dihasilkan dari alam, terpercaya, dan dapat diandalkan pada dosis yang telah ditentukan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kelor dapat digunakan sebagai anti-neoproliferative, yang artinya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Larutan ekstrak dari daun kelor telah terbukti efektif sebagai agen anti kanker. Lebih lanjut, jurnal penelitian menyatakan bahwa efek anti-proliferative (senyawa penghambat penyebaran sel berbahaya) yang terjadi pada kanker adalah karena kelor mampu menginduksi spesies oksigen reaktif (ROS) di dalam sel kanker. Riset membuktikan bahwa induksi spesies oksigen reaktif di dalam sel kanker menyebabkan terjadinya apoptosis (kematian sel).

ROS yang dihasilkan oleh kelor ini sangat spesifik dan hanya menargetkan sel-sel kanker, sehingga sangat ideal sebagai agen anti kanker.

Efek Kelor Pada Penyakit Lainnya

  • Kelor dapat digunakan sebagai neuroprotectant yang kuat, yaitu efek yang dapat memperbaiki dan memulihkan sel-sel saraf.
  • Cerebral Ischemia disebabkan oleh terhalangnya  aliran darah menuju otak. Hal ini berujung kepada terjadinya reperfusion (kerusakan jaringan) dan lipid peroxidation (kerusakan sel oleh radikal bebas) yang selanjutnya akan menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS). Moringa dengan anti oksidannya mampu mengurangi ROS sehingga dapat melindungi otak.
  • Kelor sejak dulu telah digunakan dalam pengobatan terhadap demensia (gangguan pada otak yang menyebabkan gangguan berpikir dan hilang ingatan). Ekstrak daun kelor mampu menurunkan aktifitas acetylcholine esterase (enzim yang menghambat pengiriman respon saraf) sehingga meningkatkan fungsi kolinergik dan daya ingat.
  • Kelor menurunkan kadar keasaman pada lambung sebesar 86,15% pada takaran 500mg dan 85,13% pada takaran 350mg sehingga dapat difungsikan sebagai obat mag.

 

Sumber : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2213453016300362

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s