Kelor sebagai solusi atasi diabetes dan kanker

Kelor/Moringa atau yang sering diberi julukan sebagai panacea ( obat yang mampu menyembuhkan penyakit apa saja ) karena kemampuannya yang telah dikenal selama ribuan tahun di India dan Afrika dan digunakan dalam ilmu pengobatan tradisional. Berikut adalah sedikit pembahasan mengenai efek dari kelor terhadap penyakit seperti diabetes dan kanker :

 

Kelor Sebagai Anti Diabetes

dest-prediabetes
Kadar gula yang tinggi selain berbahaya bagi tubuh kita dapat juga berbahaya bagi bayi yang sedang dalam kandungan

Kelor/Moringa telah lama dikenal mampu menyembuhkan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 adalah kondisi diabetes dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri. Ilmuwan masih belum mengetahui mengapa sistem kekebalan tubuh salah dalam mengenali sel yang memproduksi insulin sebagai objek asing dan malah menyerangnya. Serangan ini dikenal sebagai penyakit autoimmune. Diabetes tipe 1 ini dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering menyerang anak-anak dan remaja.

Sedangkan diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi dimana organ tubuh yang menghasilkan insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya atau juga suatu kondisi dimana insulin yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Kondisi ini disebabkan oleh disfungsi sel Beta, yang gagal dalam mendeteksi kadar glukosa. Dikarenakan kegagalan ini menyebabkan tubuh salah dalam merespon sehingga malah terjadi penumpukan kadar glukosa yang tinggi di dalam darah.

Beberapa studi menunjukan bahwa kelor dapat bertindak sebagai agen anti diabetes. Hasil studi yang dilakukan kepada tikus telah menunjukan ekstrak kelor/moringa dapat menyembuhkan diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Selain itu kelor juga mampu mengatasi komplikasi yang terjadi akibat dari diabetes, seperti halnya retinopathy (kebutaan pada penderita diabetes), Nephropathy (kerusakan ginjal pada penderita diabetes), atherosclerosis (penyempitan arteri), dll.

Kelor Sebagai Anti Kanker

Woman with breast cancer awareness ribbon
Kanker payudara adalah salah satu momok bagi kaum wanita

Kanker adalah penyakit yang umum diderita dan termasuk pada tujuh penyebab kematian akibat kurang baiknya penanganan medis. Sekitar 2,4 juta kasus terjadi di India tanpa ada penyebab khusus mengapa orang dapat mengidap kanker. Beberapa faktor seperti merokok, kurang olahraga, dan paparan radiasi dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Pengobatan kanker seperti operasi bedah, kemoterapi, dan radiasi memerlukan biaya yang luar biasa tinggi. Kelor dapat dijadikan sebagai alternatif anti kanker karena dihasilkan dari alam, terpercaya, dan dapat diandalkan pada dosis yang telah ditentukan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kelor dapat digunakan sebagai anti-neoproliferative, yang artinya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Larutan ekstrak dari daun kelor telah terbukti efektif sebagai agen anti kanker. Lebih lanjut, jurnal penelitian menyatakan bahwa efek anti-proliferative (senyawa penghambat penyebaran sel berbahaya) yang terjadi pada kanker adalah karena kelor mampu menginduksi spesies oksigen reaktif (ROS) di dalam sel kanker. Riset membuktikan bahwa induksi spesies oksigen reaktif di dalam sel kanker menyebabkan terjadinya apoptosis (kematian sel).

ROS yang dihasilkan oleh kelor ini sangat spesifik dan hanya menargetkan sel-sel kanker, sehingga sangat ideal sebagai agen anti kanker.

Efek Kelor Pada Penyakit Lainnya

  • Kelor dapat digunakan sebagai neuroprotectant yang kuat, yaitu efek yang dapat memperbaiki dan memulihkan sel-sel saraf.
  • Cerebral Ischemia disebabkan oleh terhalangnya  aliran darah menuju otak. Hal ini berujung kepada terjadinya reperfusion (kerusakan jaringan) dan lipid peroxidation (kerusakan sel oleh radikal bebas) yang selanjutnya akan menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS). Moringa dengan anti oksidannya mampu mengurangi ROS sehingga dapat melindungi otak.
  • Kelor sejak dulu telah digunakan dalam pengobatan terhadap demensia (gangguan pada otak yang menyebabkan gangguan berpikir dan hilang ingatan). Ekstrak daun kelor mampu menurunkan aktifitas acetylcholine esterase (enzim yang menghambat pengiriman respon saraf) sehingga meningkatkan fungsi kolinergik dan daya ingat.
  • Kelor menurunkan kadar keasaman pada lambung sebesar 86,15% pada takaran 500mg dan 85,13% pada takaran 350mg sehingga dapat difungsikan sebagai obat mag.

 

Sumber : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2213453016300362

 

Alasan Untuk Mengkonsumsi Kelor/Moringa

IMG_4469Kelor/Moringa adalah tumbuhan yang sering kali dipuji karena manfaatnya selama ribuan tahun. Tanaman ini kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif. Sejauh ini, peneliti baru meneliti sebagian kecil dari sekian banyak manfaat yang dikandungnya.

Berikut adalah 6 keuntungan Kelor/Moringa bagi kesehatan yang didukung dengan data ilmiah.

1. Kelor/Moringa sangat bernutrisi

Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama di penjuru dunia. Hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dikonsumsi atau dijadikan sebagai bahan untuk pengobatan tradisional. Daun dan kuncupnya umum dijadikan bahan makanan di berbagai tempat di India dan Afrika.

Daun Kelor adalah sumber yang luar biasa bagi berbagai vitamin dan mineral. Satu cangkir daun segar yang dihaluskan (21 gram) mengandung bahan-bahan sebagai berikut :

  • Protein: 2 grams.
  • Vitamin B6: 19% of the RDA.
  • Vitamin C: 12% of the RDA.
  • Za Besi: 11% of the RDA.
  • Riboflavin (B2): 11% of the RDA.
  • Vitamin A (from beta-carotene): 9% of the RDA.
  • Magnesium: 8% of the RDA.

Di negara-negara barat, daun kelor kering dijual sebagai suplemen makanan harian, baik dalam bentuk bubuk maupun kapsul. Dibandingkan dengan daunnya, bagian kuncup umumnya mengandung kadar vitamin dan mineral yang lebih rendah. Namun demikian, kuncup tersebut mengandung kadar vitamin C yang luar biasa. Satu cangkir kuncup segar yang dipotong-potong (100 gram) mengandung 157% dari kebutuhan harian vitamin C Anda.

Makanan bagi masyarakat di negara-negara berkembang terkadang kurang dalam kandungan vitamin, mineral, dan proten. Di negara-negara ini, Kelor dapat menjadi sumber penting bagi asupan nitrisi penting.

2. Kelor/Moringa kaya akan antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk melawan radikal bebas didalam tubuh kita. Kandungan radikal bebas yang tinggi di dalam tubuh akan dapat menyebabkan penyakit yang kronis seperti sakit jantung dan diabetes. Beberapa antioksidan dapat ditemukan pada daun Kelor.

Selain vitamin C dan beta karoten, terdapat juga :

  • Quercetin: Antioksidan ini membantu dalam menurunkan tekanan darah
  • Chlorogenic acid: Senyawa ini berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah

Dalam sebuah penelitian terhadap wanita yang mengkonsumsi 7 gram (1,5 sendok teh) bubuk kelor setiap hari selama 3 bulan berturut-turut, menunjukan peningkatan yang signifikan akan antioksidan yang terkandung di dalam darahnya.

Selain itu daun kelor juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan. Kelor meningkatkan waktu penyimpanan dari daging dengan cara mengurangi terjadinya proses oksidasi.

3. Kelor/Moringa dapat menurunkan kadar gula dalam darah

Kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menjadi permasalahan serius bagi kesehatan. Bahkan hal ini yang menjadi karakter utama dari penyakit Diabetes.

Dengan seiringnya waktu, kadar gula yang tinggi dalam darah meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung. Oleh karena itulah sangat penting bagi Anda untuk mengontrol kadar gula dalam batas normal.

Menariknya, beberapa studi telah menunjukan bahwa daun kelor dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Dalam sebuah studi, 30 orang wanita  mengkonsumsi 7 gram bubuk daun kelor selama 30 hari berturut-turut. Hasil tes menyatakan bahwa kadar gula dalam darah berhasil diturunkan sebanyak 13.5%. Hasil penelitian lain terhadap 6 orang penderita diabetes menyatakan bahwa dengan menambahkan bubuk daun kelor kedalam makanan dapat mengurangi naiknya kadar gula dalam darah sebesar 21%.

Efek ini didapatkan dari senyawa tumbuhan yang terdapat di daun kelor, seperti isothiocyanates

4. Kelor/Moringa dapat mencegah peradangan

Peradangan adalah respon normal tubuh terhadap serangan infeksi ataupun luka. Hal ini sangat penting sebagai mekanisme perlindungan tubuh, namun dapat pula menjadi permasalahan kesehatan yang serius jika berlanjut untuk waktu yang lama.

Radang yang berkelanjutan dipercaya dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker. Berbagai buah-buahan, sayuran, herbal dan rempah-rempah dikenal memiliki efek sebagai anti peradangan. Termasuk diantaranya Turmeric dan Pomegranates.

Daun kelor, kuncup, dan benih menunjukan indikasi akan kandungan anti peradangan juga, dimana hal ini disebabkan oleh kandungan isothio cyanates nya.

5. Kelor/Moringa dapat menurunkan kadar kolesterol

Kandungan yang tinggi akan kolesterol dalam darah sering kali dikaitkan dengan meningkatnya resiko dari penyakit jantung. Berbagai tumbuhan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara efektif. Daun kelor beserta biji rami, gandum, dan almond adalah beberapa diantaranya.

6. Kelor/Moringa dapat melindungi Anda dari keracunan arsenik

Kontaminasi arsenik dalam makanan dan air menjadi masalah dibeberapa bagian bumi. Meski kadar arsenik dalam makanan dan minuman tidak menyebabkan gejala keracunan secara langsung, namun paparan untuk waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan kesehatan seiring dengan berjalannya waktu.

Studi observasi menunjukan bahwa paparan untuk waktu yang lama terhadap arsenik dapa meningkatkan resiko terjadinya kanker dan penyakit jantung. Percobaan kepada tikus menunjukan bahwa daun dan biji dari kelor dapat melindunginya dari efek keracunan arsenik.

sumber : https://moringakelor.wixsite.com/1sof/single-post/2016/08/28/12-Benefits-of-Growing-Organic

Suplemen Kelor, Super Organic Food (SOF)

8Super Organic Food (SOF) adalah bahan makanan tambahan yang dapat menjadi asupan gizi penting bagi konsumsi harian Anda. Super organic food diolah dari tanaman moringa oleifera atau yang di Indonesia dikenal sebagai tanaman Kelor.
Moringa Oleifera atau kelor ini telah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman yang memiliki khasiat luar biasa yang memiliki banyak sekali manfaat. Dalam dunia pengobatan India, tanaman ini telah dikenal selama 4000 tahun dan digunakan untuk mengobati lebih dari 300 jenis penyakit.
Dengan berbagai manfaat dan khasiat tersebut dan ditambah dengan ilmu pengobatan yang telah teruji selama ribuan tahun maka kini Moringa Oleifera/Kelor kembali dihadirkan dengan bentuk yang lebih modern dengan teknik pembuatan dan pengemasan yang juga lebih modern untuk lebih menjaga dan meningkatkan khasiat yang dimiliki oleh tanaman ini.
Super Organic Food (SOF) hadir untuk memenuhi kebutuhan dan untuk menjaga kesehatan masyarakat modern saat ini dimana terdapat banyak sekali penyakit/ sumber penyakit yang ada disekitar kita. Dengan hanya mengkonsumsi SOF secara rutin setiap hari maka kesehatan Anda akan lebih terjaga dan hari-hari akan menjadi lebih berkualitas dan prodiktif.
banner2

Kelor/Moringa Membantu Mengatasi Masalah Krisis Pangan di Niger

Severe Food Crisis In Niger Affect MillionsBerikut adalah potongan-potongan dari laporan koresponden Ginny Stein langsung dari Niger, Afrika. Untuk rekaman liputannya Anda dapat dengarkan di sini

 

Ashley Hall : Di Niger, sebuah negara di Afrika barat, sebuah tanaman yang dikenal sebagai “tanaman ajaib/muzizat” telah membantu rakyatnya melalui sebuah krisis pangan yang parah.

Hal itu disebabkan karena hampir setiap bagian dari tanaman tersebut dapat di konsumsi manusia dan hewan. Terutama bagian daun yang kaya akan protein, asam amino, vitamin dan berbagai mineral.

Berikut adalah laporan dari Niger oleh Ginny Stein

Ginny Stein : Mungkin tanaman yang pertumbuhannya paling cepat, Moringa sangat berpotensi sebagai tanaman penyelamat yang paling berharga di dunia.

Adamou Hamidou adalah kepala proyek dari organisasi kemanusiaan World Vision

Adamou Hamidou : Jika kami memiliki tanaman moringa/kelor, kami dapat terus memiliki makanan untuk sepanjang tahun, non-stop.

Ginny Stein : Di berbagai tempat di Sahel, kelor telah ditanam. Ditengah-tengah krisis pangan ini, julukannya sebagai “tanaman muzizat” benar-benar menjadi kenyataan.

Adamou Hamidou : Yang terpenting dari tanaman ini adalah kami dapat terus melakukan panen setiap 2 minggu. Saya rasa hal inilah hal yang paling penting dari tanaman ini.

Ginny Stein : Lebih dari 18 juta orang  diseluruh Sahel terkena dampak dari krisis ini, meski bukan yang pertama kali namun juga bukan sebagai yang terakhir. Berbagai organisasi kemanusiaan bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari jalan untuk mencegah hal tersebut di masa depan.

Makanan alternatif hanyalah salah satu cara. Pemerintahan terpilih di Niger menyadari akan hal ini dan sadar bahwa mereka harus mengambil tindakan.

Di daerah rentan kekeringan di Niger ini pada awalnya kelor kurang mendapat sambutan namun kemudian diterima oleh masyarakat.

Ramata Hama adalah salah satu yang pertama di desa nya yang menanam kelor.

Ramata Hama : Pertama kali mereka membawakan kami tanaman baru ini, kami tidak tahu betapa pentingnya tanaman ini karena kami belum pernah sekalipun menanamnya disini.

Ginny Stein : Di Diagourou, hujan mulai turun namun tidak ada jaminan bahwa hujan akan terus turun atau bahkan apakah tahun ini tanaman pangan akan dapat tumbuh.

Adamou Hamidou : Tahun lalu ketika Anda pertama kali datang kemari, tempat ini sangat kering. Namun sekarang Anda dapat lihat betapa hijaunya tempat ini dan Anda bahkan bisa melihat air mengalir.

Ginny Stein : Namun terkadang kenyataan tidak seperti yang terlihat, saat ini justru saat yang tersulit ketika persediaan habis dan tanaman baru saja ditanam.

Adamou Hamidou : Saat ini memang benar-benar saat tersulit ketika tidak ada makanan di saat normal sekalipun. Karena pada akhirnya sebagian makanan mereka juga digunakan sebagai bahan untuk bibit.

Ginny Stein : Dan disitulah tanaman kelor menjadi harapan. Ramata Hama menyebut tanaman inilah yang membuat keluarga nya dapat tetap hidup.

Ramata Hama : Tanpa adanya tanaman ini kami akan menderita. Namun sekarang setelah kami memilikinya, hidup kami menjadi baik-baik saja karena sekarang kami dapat memasaknya untuk makanan anak-anak. Tanpa itu, kami hanya akan dapat duduk dan berharap. Sekarang dengan daun dari tanaman kelor kami tidak pernah kelaparan.

Ginny Stein : Di penjuru Niger banyak keluarga  yang terpaksa harus meninggalkan desa nya untuk mencari makanan. Namun di Diagorou, tanaman muzizat ini tetap membuat keluarga-keluarga hidup dan bersama.

sumber : http://www.abc.net.au/worldtoday/content/2012/s3544278.htm

Mengatasi Malnutrisi di Zambia Dengan Tanaman Kelor/Moringa

Zambia-Chongwe-River-CampJika Anda mengambil satu-satunya jalur ke utara keluar dari ibukota Zambia, Lusaka, hiruk pikuknya penjual dan bangunan di sepanjang jalan akan segera sirna dan berganti menjadi lahan bersemak-semak dengan sesekali diselingi oleh tanaman mangga. Anda mungkin akan sedikit kesulitan menemukan jalan setapak yang me-ngarah ke pertanian Westgate, sebuah lahan pertanian yang membudidayakan po-hon moringa/kelor.

Anda akan disambut sebuah pintu gerbang sederhana, yang akan membuka jalan ke sebuah lahan yang tak terlalu luas namun memiliki sebuah proyek dengan aspirasi yang luar biasa.

“Secara pribadi saya pikir kita mampu menghapus malnutrisi di Zambia, di sub-saha-ra Afrika, atau dimanapun masalah malnutrisi tumbuh”, kata Steven Putter, Execu-tive Director dari Imagine Rural Development Initiative, yang telah menanam pohon kelor di Zambia sejak 2013.

 

Kelor/Moringa telah dikenal berabad-abad di Asia dan Afrika akan nutrisinya dan kemampuan penyembuhannya, yang bahkan terkadang disebut sebagai “Tanaman Ajaib” dan ” Tanaman Kehidupan”.

Pertemuan pertama Steven Putter dengan tanaman kelor/moringa membuatnya sangat terpana dan terkagum-kagum hingga ia berani untuk meninggalkan pe-kerjaan tetapnya disebuah perusahaan di Afrika Selatan dan pindah ke Zambia.

Ia mendirikan sebuah proyek senilai USD 250.000 (sekitar 3,3 Milyar Rupiah) dari uangnya sendiri untuk membantu investor lainnya, ditambah USD 20.000 hibah dari pemerintah Swedia. Putter memvisualisasikan bahwa moringa/kelor  dapat membe-rikan efek yang sangat luar biasa bagi Zambia, dimana permasalahan malnutrisi nya termasuk yang terparah di Afrika.

 

maxresdefaultSekitar 45% anak-anak Zambia dibawah 5 tahun mengalami gangguan pertumbu-han, menurut WHO. Sedangkan UNICEF mengatakan ribuan anak dan wanita Zam-bia menderita satu atau lebih bentuk malnutrisi, termasuk bayi lahir dengan berat badan minimal dan kekurangan berbagai vitamin.

“Saya tidak bilang bahwa kelor/moringa adalah satu-satunya tanaman, namun tana-man ini sangat bagus sekali sebagai titik tumpu dalam menghilangkan masalah yang ada sekarang secara cepat,” kata Steven.

“Bayangkan jika kita menanam 1000 pohon di setiap sekolah di Zambia, mungkin hal tersebut akan butuh biaya sekitar USD 2M, tapi apalah artinya itu jika dapat meng-hapus permasalahan malnutrisi yang ada? ”

_79783510_moringalewischikoti
Seorang pekerja, Lewis Chikoti, telah memberikan kelor/moringa kepada keluarganya melihat perbedaan di keluarganya, keluarganya menjadi lebih sehat dan anak-anaknya menjadi lebih aktif dan tidak sakit-sakitan.

Potensi Masa Depan

Menurut Steven Putter keadaan berpihak kepada Zambia.

Moringa/kelor dapat dipanen setiap bulan. Di musim-musim puncak dan di lahan-lahan Zambia bahkan tidak diperlukan penggunaan pupuk. Hal ini menjadikan ROI (return of investment) nya sangat tinggi, kata Steven, “bisa mencapai USD 60.000 (sekitar 800 juta rupiah) per hektar per tahun”

 

Sampai saat ini proyeknya mempekerjakan 60 orang yang merawat 6 juta tanaman. Produk moringa/kelor seperti teh dan suplemen makanan dijual di Zambia dan diekspor ke negara-negara seperti UK, china, dan Afrika Selatan.

Steven juga ingin mengembangkan lahannya untuk pemeliharaan hewan dan aquaponik dimana menggunakan tangki air untuk menanam tanaman dan memelihara ikan. Menurutnya hasil dari memberikan moringa/kelor kepada hewan sangatlah memuaskan. ” Kami melihat pertumbuhan sebesar 15% pada sapi sejak moringa diberikan sebagai bahan pangan. ”

“Moringa dapat menjadi produk milyaran dolar bagi Zambia. Zambia punya lahannya, air, dan bahkan orang-orang nya. Jadi kenapa tidak ? sekarang yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan ketekunan”

Disadur dari : http://www.bbc.com/news/business-30504720

 

 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini

Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini

Jet Li baru-baru ini mengungkapkan dalam sebuah acara di stasiun TV China bahwa baginya kini kesehatanlah yang terpenting, setelah ia ditanya oleh pembawa acara tentang penyakit yang kini dideritanya.

Penyakit Jet li bukanlah hal yang baru, ia divonis terkena hyperthyroidism sejak 2013 silam. Meski telah diperingatkan oleh tim dokter yang menanganinya bahwa dalam kasus penyakit ini ia tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan-kegiaan yang membutuhkan kekuatan fisik yang berlebihan, ia tetap melakukannya dan kini ia terancam untuk menggunakan kursi roda sepanjang sisa hidupnya. Meski ia tidak begitu saja menyerah pada keadaan, hal ini tetap saja mengingatkan kita akan baha-yanya jika kita tidak menjaga kesehatan sedari dini dengan baik.

Sangat mudah sekali bagi kita dikala masih muda, kuat dan sehat untuk tidak meng-anggap kesehatan dimasa depan dengan serius, karena hal tersebut masih jauh dari pandangan kita. Kita masih sangat sulit membayangkan/memvisualisasikan keadaan kita yang dalam keadaan terpuruk. Kita masih sangat terlalu optimis akan masa de-pan. Akan tetapi itu bukanlah alasan untuk tidak mulai menjaga kesehatan sejak di-ni, karena akan sangat terlambat ketika Anda menyesal dikemudian hari. Waktu ti-dak dapat diputar kembali sesuka hati kita.

Kesehatan tubuh kita dimasa depan sangat tergantung sekali dengan apa yang kita makan saat ini. Ketika dikala muda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, maka dikemudian hari Anda akan menderita penyakit gula atau diabetes. Jika banyak me-makan makanan cepat saji dan junk food, maka kedepannya Anda akan beresiko ter-kena penyakit jantung dan gangguan kolesterol. Akan tetapi ketika sedari dini Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi, vitamin dan mineral ma-ka di masa depan hidup Anda akan lebih sehat dan organ-organ tubuh Anda terhin-dar dari segala gangguan dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Ekstrak-daun-kelor
Daun dan Bubuk Kelor/Moringa

Tanaman Kelor atau yang juga dikenal sebagai Moringa Oleifera adalah salah satu tanaman yang mengandung banyak sekali nutrisi, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tanaman ini telah dikenal dalam dunia pengoba-tan India selama ribuan tahun dan diyakin dapat mengatasi berbagai macam kelu-han dan penyakit. Dalam 1 gram bubuk kelor, terdapat berbagai keuntungan sebagai berikut :

  • Vitamin A 10x lebih banyak dari wortel
  • Vitamin B1 4x lebih banyak dari daging babi
  • Vitamin B2 50x lebih banyak dari sardine
  • Vitamin B3 50x lebih banyak dari kacang
  • Vitamin E 20x lebih banyak dari tahu
  • Protein 2x lebih banyak dari susu
  • Kalsium 17x lebih banyak dari susu
  • Serat 5x lebih banyak dari rata-rata sayuran
  • Zat besi 25x lebih banyak dari bayam
  • dan masih banyak keuntungan lainnya

Dengan mengkonsumsi kelor/moringa ini maka kebutuhan tubuh Anda akan seba-gian besar vitamin dan mineral dapat terpenuhi. Tapi tentu saja Anda tidak dapat mengandalkan keseluruhan kebutuhan Anda dengan memakan kelor ini, Anda tetap harus mengkonsumsi makanan lain yang sesuai dengan komposisi 4 sehat 5 sempur-na. Walaupun memang di beberapa tempat di dunia memakan tanaman ini sebagai makanan pokok.